kampung pelangi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
1. Desa Wisata Bejalen, Ambarawa

2. Kampung Warna-warni Code, Yogyakarta

Yogyakarta - Bangunan unik di Yogyakarta yang diakui para arsitek dunia bukan keraton atau candi. Mereka berdecak kagum pada deretan rumah di Kampung Code yang luput dari perhatian wisatawan.
Kampung Code adalah salah satu kampung yang merupakan salah satu jejak peninggalan seorang arsitek sekaligus pemuka agama katolik, Romo YB Manguwijaya. Jejak peninggalan rumah-rumah tinggal untuk masyarakat bawah itu merupakan salah satu karya Romo Mangun, demikian sapaan akrabnya.
Kampung Code terletak di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Tepatnya di RT 01/RW 01 di sebelah selatan jembatan Gondolayu di Jl Jenderal Sudirman atau di sebelah timur bantaran Kali Code yang membelah Kota Yogyakarta.
Kawasan tersebut terletak persis di bantaran Kali Code yang memanjang ke arah selatan. Kontur tanah bertebing dari atas ke bawah itu menjadi tempat hunian warga sejak dulu. Di bagian atas yang mepet Jl Faridan M. Noto sebagian besar digunakan warga untuk usaha jasa/jual beli ban mobil. Sedangkan di bagian bawah menjadi tempat pemukiman warga.

Menurut Ketua RW 01, Darsam (50) sekitar tahun 1980-an wilayah tersebut merupakan pemukiman yang kumuh dan tidak tertata. Sebagian besar bangunan rumah hanya seadanya dari bambu gedheg dan kertas kardus. Semua rumah masih tetap dipertahankan seperti aslinya yakni menggunakan bahan kayu dan bambu. Sedangkan yang banyak berubah hanya di cat ataupun diganti genting atau atapnya saja.
"Paseban ini masih seperti dulu, bentuk atapnya lancip. Untuk kegiatan bersama warga, tapi juga digunakan untuk kegiatan anak-anak seperti belajar bersama dan ada perpustakaan," katanya.
"Selain wisatawan yang datang untuk sekedar jalan-jalan di sepanjang pinggir sungai atau dari atas jembatan Gondolayu, sampai sekarang masih banyak mahasiswa arsirektur dari Yogyakarta dan luar kota yang datang belajar mengenai bangunan rumah yang dibuat Romo Mangun," katanya.


Kampung Code adalah salah satu kampung yang merupakan salah satu jejak peninggalan seorang arsitek sekaligus pemuka agama katolik, Romo YB Manguwijaya. Jejak peninggalan rumah-rumah tinggal untuk masyarakat bawah itu merupakan salah satu karya Romo Mangun, demikian sapaan akrabnya.
Kampung Code terletak di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Tepatnya di RT 01/RW 01 di sebelah selatan jembatan Gondolayu di Jl Jenderal Sudirman atau di sebelah timur bantaran Kali Code yang membelah Kota Yogyakarta.

Menurut Ketua RW 01, Darsam (50) sekitar tahun 1980-an wilayah tersebut merupakan pemukiman yang kumuh dan tidak tertata. Sebagian besar bangunan rumah hanya seadanya dari bambu gedheg dan kertas kardus. Semua rumah masih tetap dipertahankan seperti aslinya yakni menggunakan bahan kayu dan bambu. Sedangkan yang banyak berubah hanya di cat ataupun diganti genting atau atapnya saja.
Pada pertengahan tahun 1980-an oleh (alm) Romo Mangunwijaya bersama para mahasiswa dan relawan kemudian menata kawasan pemukiman. Warga tetap boleh menempatinya. Rumah-rumah ditata dengan baik mengikuti kontur alam di tempat itu.
"Ada jalan setapak yang menghubungkan setiap rumah warga hingga menuju kawasan pinggir sungai," katanya kepada detikTravel, Selasa (16/2/2016).
Romo Mangun juga membuat sarana untuk kepentingan bersama seperti tempat MCK, sumur dan tempat pertemuan warga. Tempat pertemuan warga yang berada di tengah-tengah pemukiman itu sampai sekarang masih tetap seperti aslinya. Konstruksi rumah tidak mengalami perubahan namun hanya dicat ulang di bagian tiang dan dinding penutup di sekelilingnya.

"Paseban ini masih seperti dulu, bentuk atapnya lancip. Untuk kegiatan bersama warga, tapi juga digunakan untuk kegiatan anak-anak seperti belajar bersama dan ada perpustakaan," katanya.
Untuk jalan menuju rumah warga juga ditata dengan mengikuti alur atau kontur rumah sehingga tampak berundak-undak dan berkelok. Sedangkan di pinggir Kali Code sudah dibangun tanggul di kanan kiri. Di pinggir tanggul berfungsi sebagai jalan setapak memanjang ke arah selatan. Di pinggir jalan tersebut juga ditanami aneka pohon perindang dan penerangan lampu di sepanjang pinggir sungai
Dia menambahkan sekitar setahun lalu pada tahun 2015, rumah-rumah yang ada di Kampung Code dicat dengan warna-warni sehingga menyerupai perkampungan di Rio de Janeiro, Brazil. Bila melihat dari atas jembatan Gondolayu ke arah sisi timur akan kelihatan meriah dengan cat warna-warni dibagian atap dan dinding rumah.

"Selain wisatawan yang datang untuk sekedar jalan-jalan di sepanjang pinggir sungai atau dari atas jembatan Gondolayu, sampai sekarang masih banyak mahasiswa arsirektur dari Yogyakarta dan luar kota yang datang belajar mengenai bangunan rumah yang dibuat Romo Mangun," katanya.
Mau bukti bahwa Kampung Code diakui para arsitek dunia? Pada tahun 1992, Kampung Code diganjar penghargaan Aga Khan Award for Architecture, sebuah penghargaan internasional di bidang arsitektur.
Struktur tiang unik berbentuk huruf A di setiap rumah Kampung Code, dan model gotong royong warga dalam menuntaskan proyek ini membuat para arsitek dunia jatuh cinta. Kampung Code adalah bangunan yang mewakili budaya guyub dan harmonis masyarakat Yogyakarta.
Jadi, kapan kalian berkunjung ke Kampung Code? Jangan lupa bawa kamera ya!

3. Kampung Bulak, Kenjeran, Surabaya

Rek, rek. Wes ngerti kan tembok hits warna-warni Jodipan Malang yang viral banget 2016 lalu? Surabaya juga gak mau kalah dong! Kampung Bulak, Kenjeran, Surabaya, yang berada di pesisir utara sukses disulap oleh Pemkot Surabaya. Dari yang awalnya kumuh, kini menjadi pusat wisata yang indah!
Dengan memberikan warna-warni di seluruh bagian exterior rumah, kini kampung di kawasan Cumpat ini dikenal dengan sebutan kampung warna-warni. Rumah-rumah di pesisir pantai ini berubah drastis.
Dari rumah yang dulunya kumuh kini menjadi rumah yang penuh warna-warna cerah yang sangat instagramable!
Ide ini tak lain muncul dari inisiatif Wali Kota sendiri, Tri Rismaharini. Wali Kota luar biasa yang tak henti-hentinya mengubah Surabaya menjadi kota yang lebih bersih dan indah. Hal ini juga didasari oleh cita-citanya yang ingin menjadikan wilayah Pantai Kenjeran sebagai lokasi pantai terindah di Surabaya.
Amin! Tak dukung buk!
Tak hanya itu, kampung warna-warni ini juga bertujuan untuk mendongkrak perekonomian warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai pelayan. Juga sebagai simbolis untuk keberadaan SIB (Sentra Ikan Bulak). Bu Risma pun sangat berharap agar kampung warna-warni ini bisa menjadi ikon baru untuk Kota Surabaya. Untuk menuju ke tempat ini juga sangat mudah lho Rek. Kalau kamu dari arah Kenjeran Park, langsung saja ke arah Kenjeran Lama yang nantinya akan melewati Jembatan Surabaya.Yap, lokasinya dekat dengan Jembatan Suroboyo! Salah satu ikon wisata baru di Surabaya. Dari Jembatan Surabaya, kampung warna-warni ini akan terlihat jelas. Nggak kebayang kan indahnya kampung warna-warni yang di-mix dengan gagahnya Jembatan Suroboyo ini.Kini Jembatan Suroboyo tak hanya indah di malam hari dengan suguhan air mancur warna-warninya yang menari-nari. Tapi juga indah dengan warna-warni kampung bulak di siang hari.Yuk ajak semua teman dan keluargamu berwisata ke sini. Agar kampung warna-warni ini bisa menjadi ikon baru untuk Surabaya. HTM hanya 2000 rupiah lho! Masih mahalan tahu bulat digoreng dadakan porsi makan bareng pacar!
4. Kampoeng Kelir Kroman, Gresik

- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar